Welcome (Selamat Datang)!

Have you ever questioned the nature of your reality?

— Westworld

There comes a time in one’s life when existential questions start striking one’s mind in the form of crisis. One may choose to not be bothered as one carries on living and getting engaged with their ignorant surrounding. Or one may choose to dwell in it to the extent of indulging its malady, confronting reality even if it may cost one’s sanity. It’s like the blue pill-red pill situation in The Matrix. And I’ve recklessly swallowed the red pill. Now there’s no turning back.

Ada saatnya dalam hidup seseorang ketika pertanyaan-pertanyaan eksistensial mulai menghantamnya sebagai suatu krisis. Ia dapat memilih untuk tak menghiraukannya, melanjutkan hidup seperti biasa dan membaur dengan lingkungan yang sama tak acuhnya. Atau ia dapat memilih untuk membenamkan diri di dalamnya sampai-sampai memanjakan sakit yang dibawanya, berhadapan dengan realitas yang sesungguhnya meskipun ia bisa saja kehilangan akal sehatnya. Layaknya situasi pil biru atau pil merah dalam film The Matrix. Aku telah dengan gegabah menelan pil merah. Kini tak lagi ada jalan kembali.

Leave a comment